Minggu, 09 November 2008

Islam Indonesia Terus Bergerak Pasca-Reformasi

Jakarta, Radio Rodja. Pasca-Reformasi 1998, ada perubahan-perubahan baru dalam lanskap politik Indonesia jika dikaitkan dengan dinamika perkembangan Islam.

Hal itu diungkapkan Ahmad Suaedy saat bedah buku Islam in Contention: Rethinking Islam and State in Indonesia, Rabu, (25/4) mulai pukul 13. 00-16.30 di lantai 8 gedung PBNU, Jakarta.

Islam Indonesia Terus Bergerak Pasca-Reformasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia Terus Bergerak Pasca-Reformasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Islam Indonesia Terus Bergerak Pasca-Reformasi

Misalnya di satu sisi, orang semakin taat beragama, khususnya kalangan menengah Islam, tapi di sisi lain, suara partai-partai berideologi Islam , menurun. Marakanya ketaataan beragama bersamaan maraknya korupsi. Juga banyakya kekerasan dalam menyelesaikan masalah, ujar Suaedy, salah seorang editor buku tersebut.

Didaulat sebagai pembedah buku, diantaranya Wakil Ketua Lakpesdam NU Velix Wanggai. Menurutnya, pasca-Reformasi, politik identitas cenderung menguat, diantarnya agama, etnisaitas. Hal itu merupakan akomodasi pusat terhadap daerah, ujarnya.

Radio Rodja

Velix mencontohkan, terbentuknya provinsi Kepulauan Riau,Maluku Utara.Terbentuknya provinsi itu, masing-masing merunut kepada akar sejarah kerajaan Islam di masa lampau, di wilayah tersebut.

Radio Rodja

Gumilar Rusliwa Soemantri (Rektor Universitas Indonesia) menyampaikan pendapatnya dimulai dengan cara pandang sementara orang terhadap Indonesia, Ada yang beranggapan bermula bangsa dulu kemudian terbentuk negara. Sebaliknya, ada juga yang mengatakan negara dulu kemudian terbentuknya bangsa.

Yuniyanti Chuzaifah (Ketua Komnas Perempuan), membidik dari kacamata sensitivitas gender. Ia membenarkan adanya pergeseran politik identitas. Tapi itu tidak netral, selalu ada kalangan terpinggirkan, diantaranya kalangan perempuan.

Bedah buku yang dihadiri sekira seratus orang itu, mengarah pada satu kesepahaman bahwa menguatnya berbagai identitas dalam perpoltikan Indonesia harus mengedepankan keutuhan dan kepentingan Indonesia.

Buku tersebut merupakan hasil peneletian banyak kalangan yang dieditori Ota Atsushi, Okamoto Masaaki dan Ahmad Suaedy. Kemudian diterbitkan the Wahid Institute bekerjasama dengan Center for Asia Studies Kyoto University dan Center for Asia Pacific Area Studies RCHSS, Academia Sinica.

Bedah buku yang dimoderatori Wakil Sekretaris PBNU Imdadun Rahmat dikemas dalam tema Membaca Ulang Relasi Islam dan Negara Pasca Reformasi, diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam) dan The Wahid Institute.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis : Abdullah Alawi

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/37630/islam-indonesia-terus-acircbergerakacirc-pasca-reformasi

Radio Rodja

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Radio Rodja sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Radio Rodja. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Radio Rodja dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock