Selasa, 06 Juni 2017

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya

Malang, Radio Rodja. Warga NU diharapkan lebih hati-hati dan teliti dalam menggunakan logo Nahdlatul Ulama yang beredar di khalayak utamanya di dunia maya.

Pasalnya, kini sudah ditemukan ada tulisan Nahdlatul Ulama mengalami kesalahan, khususnya pada tulisan Arab yang melintasi gambar bumi pada logo tersebut. Dalam tulisan itu, kata Nahdlatul Ulama yang seharusnya huruf lam pada kata itu langsung bersambung dengan huruf ain. Akan tetapi, pada logo yang salah tersebut, tertulis lam alif, sehingga jika dibaca, tulisan itu akan terbaca sebagai Nahdlatulaa Ulama.

Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)


Hati-Hati, Logo NU Salah Banyak Beredar di Dunia Maya

Mujiharto, kepala MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo Karangploso Malang, Sabtu (27/4) menyatakan sebenarnya, ia menemukan penggunaan logo yang salah itu pada beberapa blog dan website komunitas NU.

Sebenarnya, kami sudah lama menemukan pemakaian logo salah tersebut di facebook KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) Universitas Islam Lampung, tapi baru kali ini saya bisa meminta konfirmasi, ungkapnya.

Radio Rodja

Di dunia maya, logo yang salah tersebut sudah banyak beredar, utamanya di situs jejaring sosial. Diantara yang telah ditemukan Mujiharto, ialah logo yang digunakan oleh facebook PCNU Wonosobo, PCNU Balikpapan, dan situs blog di www.beasiswa-muslim.blogspot.com.

Diantaranya, saya telah menemukan beberapa facebook seperti: PCNU Wonosobo, PCNU Balikpapan, dan KMNU Unila. Tapi yang Wonosobo sudah kami minta konfirmasi, dan menyadari bahwa telah terjadi kesalahan. Sedangkan yang berupa blog adalah blog beasiswa muslim ke Saudi Arabia, katanya saat dimintai keterangan di kantor MTs Nahdlatul Ulama Karangploso.

Radio Rodja

Selain itu, ternyata logo salah tersebut juga telah dipakai di sebuah acara jamaah maulid di kota Batu Jawa Timur yang diadakan oleh jamaah maulid Riyadlul Jannah bekerja sama dengan PCNU Kota Batu Jawa Timur.

Saya melihat logo yang dipakai panitia pada surat undangan yang disebarkan pada masyarakat umum dan banner panggung adalah salah, dengan kesalahan yang sama, paparnya.

Setalah diteliti baik-baik bersama, rupanya logo itu ada kemiripan dengan logo Partai Persatuan Nahdlatul Ummat Indonesia (PPNUI).

Mungkin ini adalah modifikasi dari logo PPNUI ini, tutur kepala madrasah kelahiran Trenggalek itu.

Namun, ketika ditanya, adakah kemungkinan bahwa kesalahan itu ada unsur kesengajaan, ia tidak bisa memastikan.

Kalau masalah ada pihak yang secara sengaja melakukannya atau tidak, saya tidak bisa memastikan.

Demikian pula ketika ditanya, apakah sebelum ini ia telah melaporkan pada tokoh-tokoh atau pengurus NU setempat, ia menjawab belum.

Saya belum melaporkannya pada pengurus NU sebelum ini, ini adalah pertama kalinya saya melaporkan.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Nur Kholis

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44063/hati-hati-logo-nu-salah-banyak-beredar-di-dunia-maya

Radio Rodja

Minggu, 16 April 2017

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia

Jakarta, Radio Rodja. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada PWNU dan PCNU yang ada di seluruh Indonesia. Mereka meminta pengurus NU wilayah dan cabang untuk menginisiasi penyelenggaraan sholat Istisqo di daerahnya masing-masing.

Instruksi ini dikeluarkan mengingat bencana asap, kekeringan, dan kelangkaan hujan di berbagai daerah di Indonesia. Surat ini yang ditandatangani Rais Aam KH Maruf Amin, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini.

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia

Kami mengajak warga NU untuk memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti dirilis dalam surat instruksi Kamis, tertanggal 7 Oktober 2015.

Radio Rodja

Pengurus harian PBNU meminta pengurus PWNU dan PCNU untuk meneruskan maklumat ini kepada pengurus MWCNU dan ranting NU di daerah masing-masing. (Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62668/pbnu-serukan-sholat-istisqo-kepada-pwnu-dan-pcnu-se-indonesia

Radio Rodja

Sabtu, 25 Maret 2017

PCINU Sudan Peringati Harlah NU ke-90

Khartoum, Radio Rodja. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan memperingati hari lahir (harlah) NU ke-90 di Aula Wisma PCINU Sudan pada Ahad (7/2).

Pembukaan peringatan harlah yang dimulai pukul 17.30 waktu Sudan tersebut diikuti seluruh mahasiswa Nahdlatul Ulama di Sudan, Ketua PPI Sudan dan perwakilan almamater serta kekeluargaan mahasiswa. Turut hadir di dalamnya Local Staf KBRI Sudan mewakili Dubes yang berhalangan hadir.

PCINU Sudan Peringati Harlah NU ke-90 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Peringati Harlah NU ke-90 (Sumber Gambar : Nu Online)


PCINU Sudan Peringati Harlah NU ke-90

Acara yang diketuai Muhammad Akhyaruddin ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Selanjutnya para hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin Mishbahul Mahmud sebagai dirigen.

Acara bertema Berkhidmat kepada Umat, Berbakti kepada Negeri ini dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Ketua Panitia Muhammad Akhyaruddin menyampaikan latar belakang pelaksanaan harlah serta menjelaskan rentetan acara yang akan dilaksanakan dalam momen besar ini.

Radio Rodja

Radio Rodja

Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Tanfiziyah PCINU Sudan, yang mana dalam sambutannya menekanan arti penting momen harlah NU.

Momen harlah NU ini merupakan representatif Islam moderat di Indonesia yang telah berkontribusi banyak dalam menjaga dan melestarian Islam yang rahmatan lil alamin dan menjaga manhaj ahlis sunnah wal jamaah, sambungnya

Mewakili mahasiswa di Sudan, Ketua PPI Sudan pun menyampaikan dalam kesempatan ini arti penting kemoderatan dalam Islam dan muamalah yang baik antarsesama.

Dan sambutan akhir disampaikan oleh perwakilan KBRI Sudan; Asrarudin Salsm. Ia melihat bahwa NU merupakan jawaban atas perenungan panjang tokoh anak bangsa (KH Hasyim Asyari) yang sangat mencintai Islam dan bangsa.

NU adalah aset bangsa dan negara, di mana NU melalui Mbah Hasyim berhasil mengawinkan antara agama dan negara dalam konteks kekontruksi sosial dan budaya, tuturnya

Acara ini pun ditutup dengan pembacaan doa oleh Rais Syuriah PCINU Sudan. Dan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Barzanji.

Harlah NU ke-90 yang diselenggarakan PCINU Sudan ini merupakan wadah dakwah untuk mempersatukan umat. Beberapa rangkaian kegiatan memperingati harlah NU ke-90 adalah diskusi ilmiah mahasiswa baru, kongkow Lesbumi, pertandingan futsal, melukis, menulis esai, seminar nasional dakwah, seminar internasional, dan rihlah budaya. (Muhammad Luqman Hambali/Abdullah Alawi)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65592/pcinu-sudan-peringati-harlah-nu-ke-90-

Radio Rodja

Selasa, 07 Maret 2017

Meski Banyak Jamiyah Sholawat, Ishari Tetap Berjalan

Blitar, Radio Rodja. Hadirnya seni membaca dan pecinta sholawat model baru sempat berpengaruh terhadap perkembangan Ikatan Seni Hadrah Indonensia (Ishari) di Kabupaten Blitar. Namun demikian, Ishari di Blitar tetap menunjukkan eksistensinya.

Terbukti hingga saat seni hadrah masih dicintai dan ikuti oleh masyarakat. Sementara kegiatan rutin Ishari Blitar di Pesantren Raudlatul Hanan Sawentar dihadiri ribuan orang.

Meski Banyak Jamiyah Sholawat, Ishari Tetap Berjalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Banyak Jamiyah Sholawat, Ishari Tetap Berjalan (Sumber Gambar : Nu Online)


Meski Banyak Jamiyah Sholawat, Ishari Tetap Berjalan

Ishari punya komunitas tersendiri. Begitu juga dengan jamiyah sholawat lainnya.Namun, keberadaannya justru saling melengkapi, kata koordinator Ishari Blitar Kiai Abdurrohim kepada Radio Rodja, Ahad (17/7) pagi.

Radio Rodja

Menurut Abdurrohim, sebenarnya Ishari didirikan dalam rangka memberikan wadah kepada para pecinta sholawat Nabi Muhammad SAW. Melalui wadah ini, para anggota jamiyah bisa besholawat dengan riang dan gembira secara berjamaah.

Radio Rodja

Selain itu juga sebagai media dan ajang untuk bersilaturahmi, kata Abdurrohim.

Sementara Pembina Ishari Blitar Kiai Mudhofi menambahkan, di wilayah Blitar ini semua jamiyah sholawat dan Barzani berjalan seiring baik jamiyah lama atau modern model Habib Syech. Tidak itu saja yang model pembacaan serat ambiya saja di Blitar bisa bertahan baik hingga saat ini.

Ishari. Al-Banjari dan model Zafin semua jalan. Intinya semua bersholawat pada nabi. Wong pembacaan serat Ambiya saja masih berjalan, ungkapnya.

Pernyataan Abdurrohim dan Gus Dhofi ini dibenarkan oleh Ketua Ishari Blitar H Abdurrahman Salim. Menurutnya, sudah bertahun-tahun keberadaan Ishari di wilayahnya tetap berjalan seiring dengan adanya model-model jamiyah sholawat modern.

Meski banyak jamiyah baru, model Ishari tetap dicintai. Terbukti ribuan anggota masih setia mengikuti kegiatan ini, kata Abdurrahman Salim.

Disinggung berapa jumlah anggota Ishari Blitar? Ia mengatakan, ada sekitar 3000 orang. Jumlah anggota sekitar 3000 orang. Mereka menyebar di kecamatan-kecamatan. Hampir semua kecamatan ada jamiyah Ishari, tandas Abdurrahman.

Para anggota itu, lanjut Abdurrahman, berkumpul ketika ada kombinasi atau momentum harlah dan haul kiai pesantren. Misalnya Haul Kiai Pesantren Mantenan. Biasanya menghadirkan jamiyah Ishari. Begitu juga kalau ada harlah NU, terang Abdurrahman yang pernah diamanahi sebagai Bendahara PCNU Blitar ini. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69787/meski-banyak-jamiyah-sholawat-ishari-tetap-berjalan

Radio Rodja

Jumat, 20 Januari 2017

Masdar: Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor!

Rangkasbitung, Radio Rodja. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Masudi menegaskan, hukuman mati bagi pelaku koruptor harus diterapkan untuk memberikan efek jera terhadap pelakunya. Menurutnya, hukuman mati terhadap pelaku korupsi yang merugikan keuangan negara dan menyengsarakan rakyat banyak, tidak bertentangan dengan undang-undang.

PBNU sangat mendukung hukuman mati itu tanpa pandang bulu dengan idealisme Indonesia yang makmur dan adil bagi semua rakyat, kata KH Masdar Farid Masudi seusai acara peletakan batu pertama pembangunan TK/SD/SMP/SMA di Kabupaten Lebak, Sabtu (16/6).

Masdar: Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor! (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar: Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor! (Sumber Gambar : Nu Online)


Masdar: Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor!

Korupsi di Tanah Air sudah menggurita terjadi di mana-mana dengan melibatkan pejabat negara, kepala daerah, wakil rakyat, dan politisi. Bahkan, hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) yang menyatakan DPR adalah lembaga terkorup di negeri ini. "Hukuman mati dibenarkan undang-undang kita guna memenuhi rasa keadilan jika pelaku korupsi sudah sangat keterlaluan hingga menimbulkan kerugian uang Negara yang cukup besar," kata Masdar.

PBNU sebagai elemen masyarakat sipil sangat mendorong penerapan hukuman mati bagi koruptor agar dapat memberikan efek jera. Selain itu lanjutnya, aparat penegak hukum diminta dapat kerja keras untuk membongkar juga mencegah tindakan korupsi hingga menyeret pelaku ke pengadilan tanpa pandang bulu.

Radio Rodja

Penegakan hukum dinilai belum konsisten sehingga pemberantasan korupsi tidak maksimal, meskipun, pemerintah sudah memiliki undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juga pembentukan lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Semestinya, kita komitmen untuk melaksanakan UU Tipikor yang sudah dibuat dan harus dilaksanakan," ujarnya.

Terus merebaknya kasus korupsi, akibat penegakan hukum belum maksimal dengan memberikan hukuman ringan dan tidak memberikan efek jera. Selain itu juga seseorang yang melakukan korupsi akibat lemahnya keimanan kepada Allah SWT, sehingga mereka hidup pragmatis hedonisme dengan mengejar kekayaan dengan cara melanggar hukum negara dan agama.

Radio Rodja

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Candra Zaini

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/38396/masdar-terapkan-hukuman-mati-bagi-koruptor

Radio Rodja

Kamis, 19 Januari 2017

Kiai Asep Saifuddin Chalim Didapuk sebagai Ketua Umum Pergunu

Mojokerto, Radio Rodja. Perhelatan Kongres II Pergunu sukses dilaksanakan di Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto (29/10). Setelah kepengurusan Pimpinan Pusat Pergunu dinyatakan demisioner oleh Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, pemilihan ketua umum baru dilaksanakan.

Dengan diiringi lantunan shalawat para peserta langsung mengatakan setuju. "Kalau dengan suara, saya tidak bisa lihat. Saya butuh pernyataan yang bisa dilihat dengan mengacungkan tangan," kata Kiai Mujib meminta peserta.

Kiai Asep Saifuddin Chalim Didapuk sebagai Ketua Umum Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Asep Saifuddin Chalim Didapuk sebagai Ketua Umum Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Asep Saifuddin Chalim Didapuk sebagai Ketua Umum Pergunu

Secara serentak peserta mengacungkan tangan. Dengan seperti itu, forum memutuskan meminta KH Asep Saifuddin Chalim melanjutkan menakhodai Pergunu untuk masa khidmat 2016-2021.

Radio Rodja

"Alhamdulillah di Kongres II Pergunu tidak ada kursi yang bergeser, tidak seperti banom NU lainnya. Pergunu mampu menerapkan sistem musyawarah mufakat untuk memilih ketua umum," lanjut Katib Syuriah PBNU ini.

Setelah dinyatakan sah sebagai Ketua Umum Pergunu, pimpinan sidang pleno pemilihan meminta semua pengurus wilayah bermusyawarah untuk menentukan tim formatur sesuai dengan kepulauan masing-masing.

Tanpa mengulur waktu, tim formatur disepakati berjumlah 9 orang yang terdiri atas Ketua Umum terpilih KH Asep Saifuddin Chalim, dari unsur PBNU Kiai Mujib Qulyubi, H Saifullah dari Jawa Barat, H Johaner Sapri dari Sumatra, Asyari dari Sulawesi, Baiq Mulyani dari NTB, Agus dari Papua, Amr Ani Laksono dari DKI Jakarta, H Untung Surpadi dari Kalimantan. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Radio Rodja

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72521/kiai-asep-saifuddin-chalim-didapuk-sebagai-ketua-umum-pergunu

Radio Rodja

Rabu, 28 Desember 2016

Kiai Hasyim Lentur Bergaul dan Teguh Pendirian

Jakarta, Radio Rodja. Pagi hari, Kamis (16/3) Bangsa Indonesia berkabung. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam KH Hayim Muzadi menghadap ke hadirat Allah SWT. Banyak orang segera teringat akan keluasan pergaulannya dan keteguhannya dalam pendirian.

Bangsa ini kehilangan ulama besar, saya juga sungguh satu duka yang mendalam, kata Ketua MPR Zulkifli Hasan saat takziyah ke kediaman Almaghfurlah Kiai Hasyim di Depok, Kamis (16/3).

Kiai Hasyim Lentur Bergaul dan Teguh Pendirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Lentur Bergaul dan Teguh Pendirian (Sumber Gambar : Nu Online)


Kiai Hasyim Lentur Bergaul dan Teguh Pendirian

Zulkifli mengaku kenal dekat dengan Kiai Hasyim. Menurutnya, Kiai Hasyim merupakan sosok negarawan, kiai besar, dan punya ilmu pengetahuaan yang luas luas.

Radio Rodja

Bangsa ini kehilangan seorang ulama, negarawan yang cerminan dari perilaku pengamalan nilai-nilai luhur keindonesiaan kita itu ada di almarhum Kiai Hasyim Muzadi. Kiai yang mempersatukan, toleran, luas pergaulannya, tapi teguh dalam pendirian, katanya.

Ia menceritakan ungkapan Kiai Hasyim yang sampai hari ini masih diingatnya. Menurutnya, Kiai Hasyim sering bilang, Yang beda, jangan disama-samakan. Yang sama, jangan dibeda-bedakan.

Sebagai negarawan, kiai yang pernah diamanahi sebagai Ketum PBNU periode 1999-2010 meninggalkan pelajaran yang sangat berharaga buat masyarakat Indonesia.

Radio Rodja

Menjaga keragaman, menjaga persatuan, seorang negarawan mementingkan kepentingan Indonesia, merah putih nomor satu daripada kepentingan golongan, kelompok dan lain-lain, pungkasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/76220/kiai-hasyim-lentur-bergaul-dan-teguh-pendirian

Kamis, 27 Oktober 2016

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

Thariq As-Shaidani datang dan bicara tiba-tiba ketika gerombolan orang musyrik berkumpul di rumah Abu Jahal. "Betapa gampang membunuh Muhammad seandainya kalian sepakat dengan omonganku."

Sorot mata orang-orang tertuju pada Thariq. Penasaran dengan gagasan muslihat pemuda satu ini.

Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)


Mukjizat saat Batu Besar Menghujam Kepala Rasulullah

"Muhammad tengah bersandar di dinding Kabah. Kalau saja salah seorang dari kita pergi membawa batu besar lalu melemparkannya dari atas Kabah, Muhammad pasti tewas seketika," papar Thariq.

Syihab, salah satu peserta dalam persekongkolan jahat itu pun berdiri dan berucap, "Jika kalian mengizinkan, pasti aku akan membinasakan Muhammad."

Radio Rodja

Syihab beraksi. Ia naik ke atas Kabah sambil membawa batu yang sangat besar yang lantas ia hempaskan ke bawah tepat ke arah tubuh dan kepala Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

"Blek!"

Radio Rodja

Dalam kitab Al-Aqthf ad-Daniyyah f Mawidlil Ushfriyyah dijelaskan, batu tersebut tak langsung terjun ke tanah. Tiba-tiba saja benda berat itu menjauh dari dinding Kabah dan tertahan di udara. Baru setelah Rasulullah bangkit dari lokasi sandarnya, batu itu patuh pada hukum gravitasi bumi, jatuh lalu menggelinding ke tempat asalnya.

Syihab yang menyaksikan peristiwa ajaib itu hanya bisa melongo. Nyaris tak percaya dengan kejadian di depan matanya. Seketika ia turun dari atas Kabah lalu menghampiri manusia suci itu. Rasulullah tidak marah, bahkan menyambut hangat Syihab yang menyatakan diri masuk Islam. Thariq As-Shaidani, inisiator percobaan pembunuhan Nabi pun turut jadi muallaf, berikut kawan-kawannya yang lain.

Para anggota geng musyrikin Quraisy tersebut beruntung, kala hati mereka membatu dan dipenuhi kebencian terhadap Islam yang menawarkan peradaban luhur, ada mukjizat yang mampu melunakkan hati keras mereka. Persekongkolan jahat menjadi tak berkutik di depan fenomena menakjubkan di luar hukum alam dan batas kemampuan manusia.

Yang jauh lebih beruntungdan tentu beratsesungguhnya adalah mereka yang hidup di zaman modern tetapi mau beriman dan menempuh jalan Islam meski tanpa pernah bertatap muka dengan Nabi atau menyaksikan peristiwa adikodrati.

Dikatakan berat karena di pundak mereka bertengger dua tanggung jawab sekaligus: konsisten terhadap keyakinan Islam dan menunjukkan Islam ke publik sebagai agama yang memang pantas dipeluk melalui sikap dan perilaku yang beradab. (Mahbib)

Dari (Hikmah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65692/mukjizat-saat-batu-besar-menghujam-kepala-rasulullah

Radio Rodja

Senin, 24 Oktober 2016

Begini Cara Seniman Mengekspresikan NU

Jakarta, Radio Rodja. Jumat (7/3) lalu, kelompok seniman yang menamakan diri Jamaah NU Miring meluncurkan buku bertajuk Jimat NU di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Peluncuran buku dihadiri oleh orang, termasuk para narasumber Lukman Hakim Saifuddin, Yudi Latif, Abdul Muiz. Sastrawan senior Ahmad Tohari juga hadir dan memberikan komentarnya.

Menurut perwakilan Jamaah NU Miring, Sahlul Fuad, Jimat NU merupakan buku ketiga dari Jamaah NU Miring. Sebelumnya, Jamaah NU Miring telah merilis buku berjudul Dari Kiai Kampung ke NU Miring dan NUhammadiyah Bicara Nasionalisme.

Begini Cara Seniman Mengekspresikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Seniman Mengekspresikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Begini Cara Seniman Mengekspresikan NU

Buku Jimat NU itu berisi kumpulan tulisan 15 anak muda NU. Mereka adalah Binhad Nurrohmat, M. Faizi, Mashuri, Soffa Ihsan, Sahlul Fuad, Riadi Ngasiran, Ade Faizal Alami, Abdullah Wong, Hodri Ariev, Saprillah, Anggi Ahmad Haryono, M. Faishal Aminuddin, Malkan Junaidi, Matdon, Nurman Hakim, dan Khudori Husnan.

Jimat NU itu cukup meriah yang berisi cerita tentang berbagai aktifitas sehari-hari warga NU, seperti ziarah kuburan, jimat, khizib, dan ilmu laduni, lalu tentang pertanian, pembuatan film, sampai internetan.

Radio Rodja

Kata Lukman Hakim Saifuddin, Jimat NU itu merupakan salah satu cara menjelaskan NU kepada publik. Selama ini, NU lebih sering dijelaskan dalam perspektif fikih, hukum agama. Banyak orang tidak paham dengan model penjelasan formal itu.

Buku ini tidak menggunakan dalil fiqhiyah untuk menjustifikasi perilaku orang NU sehari-hari. Tentu buku ini sangat membantu banyak orang yang tidak memahami fikih, kata Lukman Hakim, wakil ketua MPR itu.

Radio Rodja

Yudi Latif mengatakan, buku NU Miring berkisah tentang misteri, yakni sesuatu yang menyebabkan orang beragama tidak frustrasi dengan melakukan bom bunuh diri, dan terpenting membuat orang masih bisa berpuisi.

Buku ini seperti mencoba menertawakan diri sendiri tapi pada saat yang sama menonjok orang lain. Buku ini merupakan kejenakaan yang serius; sebuah pemberontakan narasi yang terpinggirkan oleh modernisasi, kata Yudi Latif. Ia memukau ketika bercerita banyak hal tentang postmodernisme.

Peluncuran buku itu diakhiri dengan praktik perdukunan oleh Abdul Muiz berupa terapi pengobatan dengan memanfaatkan arus listrik. (A. Khoirul Anam)

Gambar: Peluncuran buku diawali dengan doa yang dipimpin oleh Abdullah Wong beserta rombongannya lengkap dengan alat musik gitar, seruling dan karinding Sunda.

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/50673/begini-cara-seniman-mengekspresikan-nu

Radio Rodja

Sabtu, 17 September 2016

Suriah Masih Mencekam, KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 34 TKW

Jakarta, Radio RodjaKedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus, Senin (28/3), kembali memulangkan 34 warga negara Indonesia (WNI) ke Tanah Air dari Suriah via Bandara Internasional Damaskus. Para tenaga kerja wanita (TKW) ini masuk pada repatriasi gelombang ke-273.

Mereka yang direpatriasi atau dipulangkan tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum pulang mereka telah menyelesaikan segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf Konsuler KBRI Damaskus, Sholahuddin Muid.

Suriah Masih Mencekam, KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 34 TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriah Masih Mencekam, KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 34 TKW (Sumber Gambar : Nu Online)


Suriah Masih Mencekam, KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 34 TKW

Berikut daftar nama repatrian:

Radio Rodja

1. Aliana binti Muhamad Noor Ibrahim, Bima, NTB;

2. Anuriah binti Jamaludin Hasan, Bima, NTB;

3. Beti Rosbeti binti Engkos Dasuki, Karawang;

4. Caswati binti Rakidin Damad, Cirebon;

Radio Rodja

5. Dewi Juhaeriyah binti Karso Satim, Cirebon;

6. Evi Susanti, Serang;

7. Fiyanti binti Kosen Dullah, Karawang;

8. Hanifah binti Nasirudin Abdul Harim, Pamekasan;

9. Imas binti Juhani, Sukabumi;

10. Jejen binti Sahudin Wiharja, Sukabumi;

11. Juni binti Talib Sutari, Cirebon;

12. Kalpiyah binti Satibi,

13. Kasinah Suma, Indramayu;

14. Mahyuni binti Mahrip Ahmad, Lombok Timur NTB;

15. Mastoah binti Usem Padin, Sukabumi ;

16. Nurah binti Tamar Usman, Pasuruan;

17. Nuraini binti Halidah Nuripah, Sumbawa;

18. Nuriah binti Sanata Dastum, Cirebon;

19. Nuripah binti Muslimin Casiyah, Indramayu;

20. Nurlaela binti Iding Adam, Cianjur;

21. Nursiah Nursan, Tangerang;

22. Penti Susilawati Makroji, Cirebon;

23. Rasniwen binti Carim Rawet, Indramayu;

24. Rozidah binti Kasipawi, Indramayu;

25. Sanah binti Misan Jamuri, Tangerang;

26. Sri Rahayu binti Masdin Nur, Sumbawa;

27. Suhaema binti Muhamad Saleh Bolan, Sumbawa;

28. Suhani binti Tarsina Jasim, Cirebon;

29. Syarifah Nimah binti Wardijah Karma, Indramayu;

30. Tacih binti Adi, Karawang;

31. Yanti Ramadani Suryono, Bekasi;

32. Yanti Susanti Opa, Cianjur;

33. Aan Suhanah, Karawang;

34. Elia binti Atang Muhtar, Cianjur;

Pensosbud KBRI Damaskus, dalam siaran pers Senin (28/3), menyampaikan, saat ini di shelter KBRI Damaskus masih ada sekitar 30 WNI korban perdagangan manusia yang sedang diperjuangkan hak dan kepulangannya. Disayangkan, jumlah itu masih terus bertambah setiap harinya.

Duta Besar RI di Damaskus, Djoko Harjanto, menegaskan bahwa repatriasi TKW ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011 karena situasi keamanan di Suriah yang sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerjanya diperpanjang lagi.

Sementara Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya, AM Sidqi menambahkan bahwa dari 34 TKW yang dipulangkan tersebut terdapat Sri Rahayu, TKI yang diselamatkan dari Raqqah, juga dipulangkan pada gelombang ini.

"Sri Rahayu adalah satu nama dari sekitar tiga belas ribu WNI/TKI yang berhasil diselamatkan dan direpatriasi oleh KBRI Damaskus, baik dari wilayah konflik maupun pelunasan hak dari majikannya," ujar Sidqi. (Mahbib)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66881/suriah-masih-mencekam-kbri-damaskus-kembali-pulangkan-34-tkw

Radio Rodja

Rabu, 24 Agustus 2016

Jamaah Banjiri Haul KH Masum Tanahbaru

Bogor, Radio Rodja. Peringatan Haul ke-36 KH Masum Tanahbaru yang dipusatkan di komplek Pesantren Al-Masumiyah, Kampung Sawah, Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, mendapatkan sambutan luas. Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 jamaah dari berbagai penjuru Kota Bogor.

Pengasuh Pesantren Al-Masumiyah KH Asep Saeful Ihsan kepada Radio Rodja di Bogor, Selasa, mengatakan, haul yang diselengarakan pada Ahad (16/12) kemarin merupakan kegiatan yang dihelat setiap tahun untuk memperingati wafatnya KH Masum, salah seorang tokoh ulama yang cukup disegani di Kota Bogor pada zamannya.

Jamaah Banjiri Haul KH Masum Tanahbaru (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Banjiri Haul KH Masum Tanahbaru (Sumber Gambar : Nu Online)


Jamaah Banjiri Haul KH Masum Tanahbaru

Saat hidupnya, KH Masum dikenal sebagai tokoh pendidik, muballigh dan sangat aktif berkecimpung dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Ia melahirkan banyak kiai dan ustad, yang tersebar di perkampungan Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, dan Kecamatan Babakanmadang serta Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Radio Rodja

Semasa hidupnya, KH Masum dikenal sebagai sosok kiai kampung yang ikhlas dan istikomah dalam berjuang, sederhana, dan dicintai masyarakat, kata Asep yang juga aktif di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor.

Peringatan haul ke-36 KH Masum dirangkai dengan pembacaan simtud duror, marhabanan, maulid nabi SAW (mahallul qiyam), tahlil dan tawassul. Kegiatan ini kian semarak dengan tampilnya tim marawis Nurul Hidayah (NH), sayap ekstra kurikuler yang dikembangkan Pesantren Al-Masumiyah.

Radio Rodja

Selain dibanjiri ratusan warga sekitar dan kiai-kiai dari berbagai pesantren, kegiatan haul KH Maksum juga dihadiri para pemuka NU Kota Bogor. Tampak hadir pula Dr Ifan Haryanto MSc dari PP ISNU.

Ifan Haryanto mengemukakan, kegiatan haul, maulid nabi, dan tahlil merupakan modal sosial dan keunggulan yang membuat NU semakim membumi dalam kehidupan umat.

Kegiatan haul maupun Maulid Nabi perlu terus dilestarikan sebagai kekayaan kultural NU, yang tidak dimiliki Ormas lainnya. Karena alasan inilah, NU selalu hadir dan dekat dengan kehidupan umat, ungkap Ifan.

Oleh karena itu, Ifan Haryanto mengajak warga NU Kota Bogor agar terus aktif dalam membumikan ajaran-ajaran warisan ulama besar masa silam tersebut. Pasalnya saat ini banyak kekuatan asing yang secara sistematis menggugat dan membidahkan ajaran NU.

Kita perlu terus merawat dan melestarikan ajaran-ajaran ahlus sunnah wal jamaah yang dibentengi NU melalui penguatan upacara keagamaan yang bersifat kultural dan pembumian kegiatan struktural jamiyah yang lebih mencerdaskan dan memberdayakan, paparnya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Fahir

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41311/jamaah-banjiri-haul-kh-ma039sum-tanahbaru

Radio Rodja

Sabtu, 18 Juni 2016

Muludan, PCNU Sumedang Baca Manaqib Syekh Abdul Qadir

Sumedang, Radio Rodja. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumedang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW selama dua hari berturut-turut, Jumat-Sabtu, (15-16/1). Pada hari pertama, mereka berzikir dan membaca manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani. Sementara di hari kedua, mereka melantik banom NU dan melangsungkan tabligh akbar.

Manaqiban dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Sumedang KH Sadulloh. Peringatan maulid ini diselenggarakan di halaman Kantor PCNU.

Muludan, PCNU Sumedang Baca Manaqib Syekh Abdul Qadir (Sumber Gambar : Nu Online)
Muludan, PCNU Sumedang Baca Manaqib Syekh Abdul Qadir (Sumber Gambar : Nu Online)


Muludan, PCNU Sumedang Baca Manaqib Syekh Abdul Qadir

Dalam pembacaan manakib ini, PCNU Sumedang bekerja sama dengan Majelis Zikir Nurul Burhan dan Ikatan Pemuda Pencinta Manaqib. Keduanya merupakan ormas lokal yang memiliki kedekatan hubungan dengan Pengurus Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah ala Thariqatin Nahdliyah (Jatman) Sumedang.

Radio Rodja

KH Sadulloh dalam sambutannya mengatakan, Di NU itu punya ruh. Ruh inilah yang harus tetap dijaga supaya keberadaan NU terus ada. Ruh ini yaitu Jamiyyah Ahlith Thariqah dan Jamiyyatul Qurro wal Huffadz.

Kegiatan membaca Al-Quran dan zikir istighosah merupakan aktivitas rutin yang selalu dilaksanakan di Kantor PCNU Sumedang. Kegiatan ini selalu istiqamah dilaksanakan ketika PCNU memunyai hajat seperti peringatan maulid Nabi atau kegiatan-kegiatan lainnya. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Radio Rodja

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65046/muludan-pcnu-sumedang-baca-manaqib-syekh-abdul-qadir

Radio Rodja

Minggu, 29 Mei 2016

Kumpulan Situs Islam Radikal dan Hoax yang Dihimpun Cyber NU Bersama LTN PBNU

Radio Rodja - Situs islam radikal di Indonesia kini jumlahnya ratusan hingga ribuan. Banyak diantaranya sudah diblokir oleh Menkominfo karena dianggap melakukan provokasi via online. Misalnya posmetro.co dan juga habibrizieq.com. Namun, situs macam suara-islam.com, jurnalmuslim.com dan juga nahimunkar.com, baru-baru ini sudah kembali dibuka.

Kumpulan Situs Islam Radikal dan Hoax yang Dihimpun Cyber NU Bersama LTN PBNU
Kumpulan Situs Islam Radikal dan Hoax yang Dihimpun Cyber NU Bersama LTN PBNU


Ada yang menduga, Menkominfo kini sudah disusupi oleh para pemilik jaringan situs islam radikal di indonesia. Padahal, banyak kumpulan situs islam terbaik yang bisa dikampanyekan untuk menangkal radikalisme agama, yang saat ini sedang menguat di tengah sentimen berbau SARA serta tiada henti menyerang sendi-sendi kerukuman umat beragama.

Berikut adalah kumpulan situs islam radikal yang berhasil dikumpulkan oleh tim cyber NU dan LTNNU PBNU. Anda harus waspada terhadap kumpulan nama situs islam yang biasa membuat postingan barbau SARA, anti Cina, Anti NKRI dan anti pemerintah.

LEVEL I

Arrahmah Media http://arrahmah.com

Voa Islam http://voa-islam.com

Al Mustaqbal Media http://al-mustaqbal.net (ISIS)

Daulah Islamiyah http://daulahislamiyah.com (ISIS)

Nahi Munkar http://nahimunkar.com

Salam Online http://salam-online.com

Shautus Salam http://shoutussalam.com (ISIS)

Muqawamah Media http://muqawamah.com

Kajian Mujahid http://www.kafilahmujahid.com

WA Islama http://www.waislama.net (ISIS)

Jihad News http://jihad-news.com

Syam Organizer http://www.syamorganizer.com/

Ashhabul Kahfi http://www.ashhabulkahfi.com/ (ISIS)

LEVEL II

Hidayatullah Online http://hidayatullah.com

Under Ground Tauhid http://undergroundtauhid.com (afiliasi Hidayatullah)

Suara Islam http://suara-islam.com

Suara Media http://suaramedia.com

Media Islam Net http://mediaislamnet.com

Gema Islam http://gemaislam.com

Kompas Islam http://kompasislam.com

LASDIPO http://www.lasdipo.com (ISIS)

Jurnal Islam http://www.jurnalislam.com

Kabar Suriah versi Wahhabi http://www.kabarsuriah.com

Sunnah Care http://www.sunnahcare.com

Daulah Islam http://daulahislam.com

LEVEL III

Solusi Islam http://www.solusiislam.com

Kiblat Net http://kiblat.net

Dakwah Islam http://dakwah-islam.org

Thariquna http://www.thoriquna.com

Millah Ibrahim News http://millahibrahim-news.com

Anti Liberal News http://antiliberalnews.com

Era Muslim http://eramuslim.com

AQL Center http://aqlislamiccenter.com

Wahdah Islamiyah http://wahdahmakassar.org

Liputan Kita http://www.liputan-kita.com

Syamina http://www.syamina.com/

LEVEL IV .

Dunia Terkini http://www.duniaterkini.com/

Panji Mas http://panjimas.com/

HTI DAN WEB YANG BERAFILIASI

Tribun Islam http://www.tribunislam.com/

Angkringan Dakwah http://angkringandakwah.com

Hizbut Tahrir Indonesia http://hizbut-tahrir.or.id

Visi Muslim http://visimuslim.com

Detik Islam http://detikislam.com

Syabab Indonesia http://syababindonesia.com

Banua Syariah http://banuasyariah.com

Al Khilafah http://al-khilafah.org

Global Muslim http://globalmuslim.web.id

Media Umat HTI http://mediaumat.com

Bring Islam Syabab HTI http://bringislam.web.id

Felix Y Siauw / Felix Yanwar http://felixsiauw.com

Dakwah Media http://dakwahmedia.com

Syabab http://syabab.com

Berita Islam BIZ http://beritaislam.biz

Syariah Publications http://syariahpublications.com

Liputan 6 Islam http://liputan6islam.blogspot.com ganti menjadi

Liputan 6 Islam http://www.liputan6islam.com

Muslim Media News http://muslim-medianews.blogspot.com (cloning)

Cangkrukan Politik HTI http://www.cangkrukanpolitik.com

Dakwah UII http://www.dakwahuii.com

Save Islam http://save-islam.com

Heni Putra http://heniputra.biz

Irfan Abu Naveed http://irfanabunaveed.com

Fahmi Amhar http://www.fahmiamhar.com

Muslimah Syahidah http://www.syahidah.web.id

Bisyarah http://bisyarah.com

Dakwah Tangerang http://dakwahtangerang.com/

Samudera News http://www.samudra-news.com/

Suara Khilafah http://www.suarakhilafah.com

PKS DAN WEB YANG BERAFILIASI

PKS Piyungan http://portalpiyungan.co`

Dakwatuna http://dakwatuna.com

Islam Pos http://islampos.com

Intelijen http://http://www.intelijen.co.id

Tarqiyah Online http://tarqiyahonline.com

Suara News http://suaranews.com

Bersama Dakwah http://bersamadakwah.com

Fimadani http://fimadani.com

Islamedia http://islamedia.web.id pindah ke

Islamedia http://islamedia.co

PKPU http://pkpu.or.id

Nabawia http://nabawia.com

Al Intima http://www.al-intima.com

Intrik News http://www.intriknews.com

Islamia News http://islamianews.com

Izza Media http://www.izzamedia.com

Media Islamia http://www.mediaislamia.com

Al Ikhwan http://www.al-ikhwan.net

PKS Nongsa http://www.pksnongsa.org

PKS Karimun http://www.pkskarimun.org

PKS Sumatera Utarahttp://www.pkssumut.or.id

Kabar PKS http://www.kabarpks.com

PKS Bekasi http://pks-kotabekasi.org

PKS Bandung http://www.pksbandungkota.com

PKS Balikpapan http://pksbalikpapan.org

Akhina http://www.akhina.com

Sinai Mesir http://www.sinaimesir.net (&)

Indonesia Al Youm http://www.indonesiaalyoum.com

Islamic Geo http://www.islamicgeo.com

Syuhada R4biah http://syuhadar4biah.com

WAHABI TULEN

Konsultan Syariah http://konsultasisyariah.com

Rumaysho / Muhammad Abduh Tausikal http://rumaysho.com

Rodja Radio http://radiorodja.com

Asy-Syari’ah http://asysyariah.com

Kajian http://kajian.net

Muslim Daily http://muslimdaily.net

Muslimah http://muslimah.or.id

Penguasaha Musim http://pengusahamuslim.com

An-Najah http://an-najah.net

Al Manhaj http://almanhaj.or.id

Pustaka Al Kautsar http://kautsar.co.id

Koepas http://koepas.org

HASMI http://www.hasmi.org

Muslim http://muslim.or.id

Salafy http://www.salafy.or.id

Salafy Balikpapan ttp://www.salafybpp.com

Salafy Cileungsi http://salafycileungsi.info

Salafy Cirebon http://salafycirebon.com

Salafy In http://salafy.in

Salafy Semarang http://salafysemarang.com

Salafy Makassar http://salafymakassar.net

Salafy Bulukumba http://salafybulukumba.com

Ahlussunnah Sukabumi http://ahlussunnahsukabumi.com

Ahlussunnah Webid http://www.ahlussunnah.web.id

Ahlussunnah Slipi http://ahlussunnahslipi.com

Ahlussunnah Kendari http://ahlussunnahkendari.com

Ma’had An Nur http://mahad-annur.com

Ma’had Al Faruq http://www.mahad-alfaruq.com

Ma’had Darus Salaf http://www.darussalaf.or.id

Ma’had As-Salafy http://mahad-assalafy.com

Korps Muballigh Salafy http://www.korpsmuballighsalafy.com

Forum Salafy http://forumsalafy.net

Adhwaus Salaf http://adhwaus-salaf.or.id

Al Manshuroh Cilacap http://almanshurohcilacap.com

Bismillah US http://bismillah.us

Kajian Wahhabi Banjar http://kajianbanjar.info

Ash-Showowaky (Papua) http://ash-shorowaky.net

Ibnu Taimiyah http://www.ibnutaimiyah.org

Bin Abbas http://binabbas.org/buletin

Al Mamujuwy http://al-mamujuwy.com

Al Muwahhidin http://www.almuwahhidiin.com

Daarul Hadits Sumbar http://www.daarulhaditssumbar.or.id

Pondok Jamil http://pondokjamil.com

Al Makassari http://almakassari.com

Al Bayyinah http://www.albayyinah.or.id

Tuk Pencari Al Haq http://tukpencarialhaq.com

Sunnah http://sunnah.or.id

LPPI Makassar http://www.lppimakassar.com

Pustaka Imam Syafi’i ala Wahhabi http://pustakaimamsyafii.com

Markaz Dakwah http://markazdakwah.com

Muslimafiyah http://muslimafiyah.com

Al Islamu http://alislamu.com

Syi’ar Tauhid http://syiartauhid.info

Yufid TV http://yufid.tv

Risalah Islam http://www.risalahislam.com

Oke Berdakwah http://www.okeberdakwah.org

Artikel Muslim http://www.artikelmuslim.com

Syi’ar Islam Aswaja http://www.syiarislamaswaja.com (Aswaja Palsu)

Info Kajian Sunnah http://infokajiansunnah.com

Al Ummah http://alummah.or.id

Tashfiyah http://tashfiyah.net

Ibnul Qayyim http://www.ibnulqoyyim.com

An-Nashihah http:://an-nashihah.com

Al Manshurah Purbalingga http://almanshuroh.net

Study Islam http://www.study-islam.web.id

Darul Ilmi http://www.darul-ilmi.com

Belajar Islam http://www.belajarislam.com

Gema Madinah http://gemamadinah.com

As-Sunnah Qatar http://assunnah-qatar.com

Kajian UNS http://www.kajian-uns.com

An-Nas Radio http://annashradio.com

Rindu Sunnah http://rindusunnah.com

Kajian Salaf http://kajiansalaf.com

Media Salafy http://mediasalaf.com

Fosma http://fosma.org

KaSurau http://www.kasurau.com

Salam Dakwah http://salamdakwah.com

Gen Syi’ah buatan Wahhabi http://www.gensyiah.com

Radio Muslim http://radiomuslim.com

Insan TV http://www.insantv.com

Firanda Al Wahhabi http://firanda.com

Aris Munandar Al Wahhabi http://ustadzaris.com

Abu Mushlih http://abumushlih.com

Novi Effendi http://www.novieffendi.com

Dzikra / Ali Musri Semjan http://dzikra.com

Manisnya Iman / Abdullah Taslim http://manisnyaiman.com

Tunas Ilmu / Abdullah Zen http://tunasilmu.com

Dzulqarnait NET http://dzulqarnain.net

Abu Fawwaz / Muhammad Washito Asy-Syirboony http://abufawaz.wordpress.com

Cinta Sunnai / Abu Yahya Badrussalam http://cintasunnah.com

Dakwah Sunnah / Ahmad Zainuddin http://www.dakwahsunnah.com

Kholid Syamhudi http://ustadzkholid.com

Kajian Islam ala Wahhabi / Abdullah Shaleh Hadrami http://kajianislam.net

Addariny’s — Centre / Musyaffa Ad Darini http://addariny.wordpress.com

Telaga Hati Online / Abu Zubair http://abuzubair.net

Kajian Said / Sa’id Yai Ardiyansyah http://kajiansaid.wordpress.com

Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi http://abiubaidah.com

Muslim Al Atsari http://ustadzmuslim.com

Dony Arif Wibowo / Abul Jauzaa http://abul-jauzaa.blogspot.com

Dakwah Tauhid / Abu Mushlih Ari Wahyudi, SSi. http://abumushlih.com

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST http://ikhwanmuslim.com

Abu Salma Al Atsari http://abusalma.wordpress.com

Abu Salma Al Atsari http://abusalma.net (versi baru)

Kang Aswad / Yulian Purnama (http://kangaswad.wordpress.com

Didik Suyadi / Abu Karimah http://abukarimah.wordpress.com

Abu Khaleed Resa Gunarsa http://sabilulilmi.wordpress.com

Majelis Ilmu http://www.majelisilmu.comp

Dakwah Satu http://dakwahsatu.com

Tanya Syi’ah http://www.tanyasyiah.com

Jumlah situs islam radikal di atas semuanya ada 208. Dan banyak dibaca oleh jutaan netizen. Tidak jarang menyerang kiai, ulama, NU dan simbol negara serta falsafah negara Indonesia karena memang anti nasionalisme dan suka membuat postingan rusuh. Ada yang berafiliasi ke ISIS langsung, ke partai-partai radikal di Indonesia, juga ada yang berkedok memurnikan agama Islam, wahabi. [Radio Rodja]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kumpulan-situs-islam-radikal-dan-hoax-yang-dihimpun-tim-cyber-nu.html

Sabtu, 21 Mei 2016

Ketua GP Ansor: Saya Larang Kader Ansor dan Banser Terlibat Demo

Radio Rodja - Menyikapi rencana demonstrasi tanggal 4 November 2016 mendatang yang dilakukan beberapa kelompok masyarakat, Pimpinan Pusat GP Ansor memandang bahwa perbedaan pendapat dalam kontestasi politik adalah sebuah kewajaran, dan merupakan pendewasaan demokrasi. Begitu juga ketika ada pihak-pihak yang ingin menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi hal itu merupakan bagian dari demokrasi.

Ketua GP Ansor: Saya Larang Kader Ansor dan Banser Terlibat Demo
Ketua GP Ansor: Saya Larang Kader Ansor dan Banser Terlibat Demo


"GP Ansor meminta aparat kepolisian untuk terus memproses secara hukum laporan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama yang menjadi pemantik protes dan kegaduhan di kalangan masyarakat," tegas Gus Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PP GP Ansor di Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Pimpinan Pusat GP Ansor juga mengimbau umat beragama dan seluruh elemen bangsa menghormati proses hukum tersebut. Selanjutnya, umat beragama dan seluruh elemen bangsa menghargai apapun yang nanti menjadi keputusan pihak berwenang terkait dugaan penistaan agama tersebut.

Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang, GP Ansor meminta agar para elit terutama kepala daerah menghargai kultur Indonesia sebagai bangsa timur yang selalu mengedepankan kesantunan dalam berucap dan bertindak.

Terkait dengan demonstrasi yang dikabarkan akan dilakukan besar-besaran tersebut, kepada kader GP Ansor dan Banser seluruh Indonesia, terutama yang ada di Jakarta dan sekitarnya, Gus Yaqut kembali menegaskan larangannya untuk terlibat.

"Saya larang kader Ansor dan Banser terlibat dalam demonstrasi apapun alasannya. Akan tetapi, untuk urusan pengamanan, kader boleh terlibat. Tetapi itupun hanya boleh dilakukan jika negara memanggil. Meminta melalui aparat keamanan", tutupnya. [Radio Rodja]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/ketua-gp-ansor-saya-larang-kader-ansor-dan-banser-terlibat-demo.html

Rabu, 20 April 2016

Embrio NU di Indonesia adalah Ulama Besar Haramain

Banyak diantara kita yang kepaten obor, kehilangan sejarah, terutama generasi-generasi muda. Hal itu pun tidak bisa disalahkan, sebab orang tua-orang tua kita, sebagian jarang memberi tahu apa dan bagaimana sebenarnya Nahdhatul Ulama itu.

Embrio NU di Indonesia adalah Ulama Besar Haramain
Embrio NU di Indonesia adalah Ulama Besar Haramain


Karena pengertian-pengertian mulai dari sejarah bagaimana berdirinya NU, bagaimana perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan NU, bagaimana asal usul atau awal mulanya Mbah Kiai Hasyim Asy’ari mendirikan NU dan mengapa Ahlus sunah wal jamaah harus diberi wadah di Indonesia ini.

Dibentuknya NU sebagai wadah ahlussunah bukan semata-mata KH Hasyim Asy’ari ingin ber-inovasi, tapi memang kondisi pada waktu itu sudah sampai pada kondisi dloruri, wajib mendirikan sebuah wadah. Kesimpulan bahwa membentuk sebuah wadah ahlussunah di Indonesia menjadi satu keharusan, merupakan buah dari pengalaman ulama-ulama ahlussunah, terutama pada rentang waktu pada tahun 1200 H sampai 1350 H.

Pada kurun itu, ulama Indonesia sangat mewarnai, dan perannya dalam menyemarakan kegiatan ilmiah di Masjidil Haram tidak kecil. Misal diantaranya ada seorang ulama yang sangat terkenal, tidak satu pun muridnya yang tidak menjadi ulama terkenal, ulama-ulama yang sangat tabahur fi ilmi Syari’ah, fi thoriqoh wa fi ilmi tasawuf, ilmunya sangat melaut mendalam dan luas dalam syari’ah, thoriqoh dan ilmu tasawuf. Dintaranya dari Sambas, Syekh Ahmad bin Abdu Somad Sambas. Murid-murid beliau banyak yang menjadi ulama-ulama besar seperti Kyai Tholhah Gunung Jati, Cirebon.

Kiai Tholhah ini adalah kakek dari Kiai Syarif Wonopringgo, Pekalongan. Muridnya yang lain, Kiai Syarifudin bin Kiai Zaenal Abidin bin Kiai Muhammad Tholhah. Beliau diberi umur panjang, usianya seratus tahun lebih. Adik seperguruan beliau diantaranya Kiai Ahmad Kholil Bangkalan. Kiai kholil lahir pada tahun 1227 H.

Dan diantaranya murid-murid Syeh Ahmad Sambas adalah Syekh Abdul Qodir Al Bantan, yang menurunkan anak murid, yaitu Syekh Abdul Aziz Cibeber, Kiai Asnawi Banten. Ulama lain yang sangat terkenal sebagai ulama ternama di Masjidil Haram adalah Kiai Nawawi al Bantani. Beliau lahir pada tahun 1230 H dan meninggal pada tahun 1310 H, bertepatan dengan meninggalnya mufti besar Sayid Ahmad Zaini Dahlan.

Ulama Indonesia yang lainnya yang berkiprah di Masjidil Harom adalah Sayid Ahmad an Nahrowi Al Banyumasi, beliau diberi umur panjang, meninggal pada usia 125. Tidak satupun pengarang kitab di Haramain: Mekah-Madinah, terutama ulama-ulama yang berasal dari Indonesia yang berani mencetak kitabnya, sebelum ada pengesahan dari Sayidi Ahmad an Nahrowi Al Banyumasi. Syekh Abdul Qadir Al Bantani, murid lain Syekh Ahmad bin Abdu Somad Sambas, yang mempunyai murid Kiai Abdul Latif Cibeber dan Kiai Asnawi Banten.

Adapun ulama-alama yang lain yang ilmunya luar biasa adalah Sayidi Syekh Ubaidillah Surabaya, beliau melahirkan ulama yang luar biasa yaitu Kiai Ubaidah Giren Tegal, terkenal sebagai Imam Asya’ari-nya Indonesia.

Dan melahirkan seorang ulama, auliya besar, Sayidi Syekh Muhammad Ilyas Sukaraja. Guru dari guru saya Sayidi Syekh Muhamad Abdul Malik. Yang mengajak Syekh Muhammad Ilyas muqim (menetap) di Haramain (Mekkah-Madinah) yang mengajak adalah Kiai Ubaidah tersebut, di Jabal Abil Gubais, di Syekh Sulaiman Zuhdi. Diantaranya murid-muridnya lagi di Mekkah Sayidi Syekh Abdullah Tegal.

Lalu Sayidi Syekh Abdullah Wahab Rohan Medan, Sayid Syekh Abdullah Batangpau, Sayyidi Syekh Muhammad Ilyas Sukaraja, Sayyidi Syekh Abdul Aziz bin Abdu Somad al Bimawi, dan Sayidi Syekh Abdullah dan Sayidi Syekh Abdul Manan, tokoh pendiri Termas sebelum Kiai Mahfudz dan sebelum Kiai Dimyati.

Di zaman Sayidi Syekh Ahmad Khatib Sambas ataupun Sayidi Syekh Sulaiman Zuhdi, murid yang terakhir adalah Sayidi Syekh Ahmad Abdul Hadi Giri Kusumo daerah Mranggen.

Inilah ulama-ulama indonesia diantara tahun 1200 H sampai tahun 1350. Termasuk Syekh Baqir Zaenal Abidin Jogja, Kyai Idris Jamsaren, dan banyak tokoh-tokoh pada waktu itu yang di Haramain. Seharusnya kita bangga dari warga keturunan bangsa kita cukup mewarnai di Haramain (Mekkah-Madinah).

Beliau-beliau memegang peranan yang luar biasa. Salah satunya guru saya sendiri Sayyidi Syekh Muhammad Abdul Malik (Purwokerto) yang pernah tinggal di Haramain dan mengajar di Masjidil Haram, khusus ilmu tafsir dan hadits selama 35 tahun.

Beliau adalah muridnya Syekh Mahfudz Al Turmidzi. Mengapa saya ceritakan yang demikian, kita harus mengenal ulama-ulama kita dahulu yang menjadi mata rantai berdirinya NU, istilahnya kalau dalam hadits itu betul-betul tahu sanadnya, bukan hanya katanya-katanya saja, jadi kita harus tahu dari mana saja ajaran ahlis sunnah wal jamaah yang diambil oleh Syekh Hasyim Asy’ari.

Bukan sembarang orang, tapi yang benar-benar orang-orang tabahhur ilmunya (mendalam mumpuni ilmunya), dan mempunyai maqomah, kedudukan yang luar biasa. Namun sayang peran penting ulama-ulama ahlus sunnah di Haramain pada masa itu (pada saat Syarif Husen berkuasa di Hijaz), khususnya ulama yang dari Indonesia tidak mempunyai wadah. Kemudian hal itu di pikirkan oleh kiai Hasyim Asy’ari disamping mempunyai latar belakang dan alasan lain yang sangat kuat sekali.

Menjelang berdirinya NU, beberapa ulama besar kumpul di Masjidil Haram, -ini sudah tidak tertulis dan harus dicari lagi nara sumber-sumbernya, beliau-beliau menyimpulkan sudah sangat mendesak berdirinya wadah bagi tumbuh kembang dan terjaganya ajaran ahlus sunah wal jamaah.

Akhirnya di istikharohi oleh para ulama-ulama Haramain, lalu mengutus Kiai Hasyim Asy’ari untuk pulang ke Indonesia, agar menemui dua orang di Indonesia, kalau dua orang ini mengiakan (menyetujui) jalan terus, kalau tidak, jangan diteruskan. Dua orang tersebut yang pertama al-Habib Hasyim bin Umar Bin Toha bin Yahya Pekalongan, yang satunya lagi Mbah Kyai Kholil Bangkalan.

Oleh sebab itu, tidak heran jika Mukatamar NU yang ke 5 dilaksanakan di Pekalongan tahun 1930 M. Untuk menghormati al-Habib Hasyim yang wafat pada tahun itu. Itu suatu penghormatan yang luar biasa. Tidak heran kalau di Pekalongan sampai dua kali menjadi tuan rumah Muktamar Thoriqoh.

Kok tahu ini semua sumbernya dari mana? Dari seorang yang sholeh, Kiai Irfan. Suatu ketika saya duduk-duduk dengan Kiai Irfan, Kiai Abdul Fatah dan Kiai Abdul Hadi. Kiai Irfan bertanya pada saya “kamu ini siapanya Habib Hasyim?”. Yang menjawab pertanyaan itu Kiai Abdul Fatah dan Kiai Abdul Hadi; "ini cucunya Habib Hasyim Yai".

Akhirnya, saya di beri wasiat, katanya; “mumpung saya masih hidup tolong catat sejarah ini. Mbah Kiai Hasyim Asy’ari datang ketempatnya Mbah Kiai Yasin, Kiai Sanusi ikut serta pada waktu itu. Disitu diiringi oleh Kiai Asnawi Kudus, terus diantar datang ke Pekalongan, lalu bersama Kiai Irfan datang ke kediamannya Habib Hasyim. Begitu KH. Hasyim Asy’ari duduk, Habib Hasyim langsung berkata, "Kyai Hasyim Asy’ari, silahkan laksanakan niatmu kalau mau membentuk wadah ahlu sunah wal jamaah. Saya rela tapi tolong saya jangan ditulis".

Itu wasiat Habib Hasyim, terus Kyai Hasyim Asy’ari merasa lega dan puas. Kemudin Kiai Hasyim Asy’ari menuju ke tempatnya Mbah Kiai Kholil Bangkalan, kemudian Mbah Kyai kholil bilang sama Kyai Hasyim Asyari "Laksanakan apa niatmu saya ridlo seperti ridlonya Habib Hasyim tapi saya juga minta tolong, nama saya jangan ditulis.” Kata Kiai Hasyim Asy’ari, “ini bagaimana kyai, kok tidak mau ditulis semua.” Terus mbah Kiai Kholil menjawab kalau mau tulis silahkan tapi sedikit saja. Itu tawadhlu-nya Mbah Kyai Ahmad Kholil Bangkalan. Dan ternyata sejarah tersebut juga dicatat oleh Gus Dur.

Inilah sedikit perjalanan Nahdlotul Ulama. Inilah perjuangan pendiri Nahdlotul Ulama. Para pendirinya merupakan tokoh-tokoh ulama yang luar biasa. Makanya hal-hal yang demikian itu tolong ditulis, biar anak-anak kita itu tidak terpengaruh oleh yang tidak-tidak, sebab mereka tidak mengetahui sejarah. Anak-anak kita saat ini banyak yang tidak tahu, apa sih NU itu? Apa sih ahlus sunnah itu? Lha ini permasalahan kita.

Upaya pengenalan itu yang paling mudah dilakukan dengan memasang foto-foto para pendiri NU, khususnya foto Hadhrotus Syekh Kiai Hasyim Asy’ari. [Radio Rodja]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/embrio-nu-di-indonesia-adalah-ulama-besar-haramain.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Radio Rodja sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Radio Rodja. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Radio Rodja dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock