Sumedang, Radio Rodja. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumedang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW selama dua hari berturut-turut, Jumat-Sabtu, (15-16/1). Pada hari pertama, mereka berzikir dan membaca manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani. Sementara di hari kedua, mereka melantik banom NU dan melangsungkan tabligh akbar.
Manaqiban dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Sumedang KH Sadulloh. Peringatan maulid ini diselenggarakan di halaman Kantor PCNU.
| Muludan, PCNU Sumedang Baca Manaqib Syekh Abdul Qadir (Sumber Gambar : Nu Online) |
Muludan, PCNU Sumedang Baca Manaqib Syekh Abdul Qadir
Dalam pembacaan manakib ini, PCNU Sumedang bekerja sama dengan Majelis Zikir Nurul Burhan dan Ikatan Pemuda Pencinta Manaqib. Keduanya merupakan ormas lokal yang memiliki kedekatan hubungan dengan Pengurus Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabarah ala Thariqatin Nahdliyah (Jatman) Sumedang.Radio Rodja
KH Sadulloh dalam sambutannya mengatakan, Di NU itu punya ruh. Ruh inilah yang harus tetap dijaga supaya keberadaan NU terus ada. Ruh ini yaitu Jamiyyah Ahlith Thariqah dan Jamiyyatul Qurro wal Huffadz.Kegiatan membaca Al-Quran dan zikir istighosah merupakan aktivitas rutin yang selalu dilaksanakan di Kantor PCNU Sumedang. Kegiatan ini selalu istiqamah dilaksanakan ketika PCNU memunyai hajat seperti peringatan maulid Nabi atau kegiatan-kegiatan lainnya. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)
Radio Rodja
Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65046/muludan-pcnu-sumedang-baca-manaqib-syekh-abdul-qadirRadio Rodja

EmoticonEmoticon