Sabtu, 17 September 2016

Suriah Masih Mencekam, KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 34 TKW

Jakarta, Radio RodjaKedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus, Senin (28/3), kembali memulangkan 34 warga negara Indonesia (WNI) ke Tanah Air dari Suriah via Bandara Internasional Damaskus. Para tenaga kerja wanita (TKW) ini masuk pada repatriasi gelombang ke-273.

Mereka yang direpatriasi atau dipulangkan tersebut sebagian besar berasal dari Jawa Barat, sisanya berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum pulang mereka telah menyelesaikan segala permasalahan dan hak-haknya dengan majikan. Repatriasi kali ini didampingi oleh staf Konsuler KBRI Damaskus, Sholahuddin Muid.

Suriah Masih Mencekam, KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 34 TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriah Masih Mencekam, KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 34 TKW (Sumber Gambar : Nu Online)


Suriah Masih Mencekam, KBRI Damaskus Kembali Pulangkan 34 TKW

Berikut daftar nama repatrian:

Radio Rodja

1. Aliana binti Muhamad Noor Ibrahim, Bima, NTB;

2. Anuriah binti Jamaludin Hasan, Bima, NTB;

3. Beti Rosbeti binti Engkos Dasuki, Karawang;

4. Caswati binti Rakidin Damad, Cirebon;

Radio Rodja

5. Dewi Juhaeriyah binti Karso Satim, Cirebon;

6. Evi Susanti, Serang;

7. Fiyanti binti Kosen Dullah, Karawang;

8. Hanifah binti Nasirudin Abdul Harim, Pamekasan;

9. Imas binti Juhani, Sukabumi;

10. Jejen binti Sahudin Wiharja, Sukabumi;

11. Juni binti Talib Sutari, Cirebon;

12. Kalpiyah binti Satibi,

13. Kasinah Suma, Indramayu;

14. Mahyuni binti Mahrip Ahmad, Lombok Timur NTB;

15. Mastoah binti Usem Padin, Sukabumi ;

16. Nurah binti Tamar Usman, Pasuruan;

17. Nuraini binti Halidah Nuripah, Sumbawa;

18. Nuriah binti Sanata Dastum, Cirebon;

19. Nuripah binti Muslimin Casiyah, Indramayu;

20. Nurlaela binti Iding Adam, Cianjur;

21. Nursiah Nursan, Tangerang;

22. Penti Susilawati Makroji, Cirebon;

23. Rasniwen binti Carim Rawet, Indramayu;

24. Rozidah binti Kasipawi, Indramayu;

25. Sanah binti Misan Jamuri, Tangerang;

26. Sri Rahayu binti Masdin Nur, Sumbawa;

27. Suhaema binti Muhamad Saleh Bolan, Sumbawa;

28. Suhani binti Tarsina Jasim, Cirebon;

29. Syarifah Nimah binti Wardijah Karma, Indramayu;

30. Tacih binti Adi, Karawang;

31. Yanti Ramadani Suryono, Bekasi;

32. Yanti Susanti Opa, Cianjur;

33. Aan Suhanah, Karawang;

34. Elia binti Atang Muhtar, Cianjur;

Pensosbud KBRI Damaskus, dalam siaran pers Senin (28/3), menyampaikan, saat ini di shelter KBRI Damaskus masih ada sekitar 30 WNI korban perdagangan manusia yang sedang diperjuangkan hak dan kepulangannya. Disayangkan, jumlah itu masih terus bertambah setiap harinya.

Duta Besar RI di Damaskus, Djoko Harjanto, menegaskan bahwa repatriasi TKW ini merupakan program yang telah berlangsung sejak tahun 2011 karena situasi keamanan di Suriah yang sangat mengkhawatirkan dan tidak mungkin kontrak kerjanya diperpanjang lagi.

Sementara Pejabat Protokol Konsuler sekaligus Pejabat Penerangan Sosial Budaya, AM Sidqi menambahkan bahwa dari 34 TKW yang dipulangkan tersebut terdapat Sri Rahayu, TKI yang diselamatkan dari Raqqah, juga dipulangkan pada gelombang ini.

"Sri Rahayu adalah satu nama dari sekitar tiga belas ribu WNI/TKI yang berhasil diselamatkan dan direpatriasi oleh KBRI Damaskus, baik dari wilayah konflik maupun pelunasan hak dari majikannya," ujar Sidqi. (Mahbib)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66881/suriah-masih-mencekam-kbri-damaskus-kembali-pulangkan-34-tkw

Radio Rodja

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Radio Rodja sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Radio Rodja. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Radio Rodja dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock